Kamis, 15 Maret 2012

Konsep Dasar Pendidikan


PENGANTAR MANAJEMEN PENDIDIKAN
Pertemuan ke 2 Kelas Reguler B
- Dr. Djailani, M.Pd
- Siraj, S.Pd., M.Pd.


Pendidikan bagi sebagian orang, berarti berusaha membimbing anak untuk menyerupai orang dewasa, sebaliknya bagi Jean Piaget (1896) pendidikan berarti menghasilkan, mencipta, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaan dibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain. Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal.
Dalam arti luas pendidikan melipuyi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya, dan ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. Artinya pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya.
Konsep dasar pendidikan yang ideal dapat dibagi kedalam enam macam:
1.       Dasar Historis
Dasar yang memberikan persiapan kepada pendidik dengan hasil-hasil pengalaman masa lalu, berupa undang-undang dan peraturan-peraturannya maupun berupa tradisi dan ketetapannya.
2.       Dasar Sosiologis
Dasar berupa kerangka budaya dimana pendidikannya itu bertolak dan bergerak, seperti memindahkan budaya, memilih dan mengembangkannya
3.       Dasar Ekonomis
Dasar yang member perspektif tentang potensi-potensi manusia, keuangan, materi, persiapan yang mengatur sumber keuangan dan bertanggung jawab terhadap anggaran pembelanjaan.
4.       Dasar Politik dan Administrasi
Dasar yang memberi bingkai ideologi (aqidah) dasar yang digunakan sebagai tempat bertolak untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan dan rencana yang telah dibuat
5.       Dasar Psikologis
Dasar yang member informasi tentang watak peserta didik, pendidik, metode yang terbaik dalam praktek, pengukuran dan penilaian bimbingan dan penyuluhan.
6.       Dasar Filsafat
Dasar yang member kemampuan memilih yang terbaik, member arah suatu system yang mengontrol dan member arah kepada semua dasar-dasar yang lain.
Pendidikan yang Islami haruslah menggunakan Al-Qur’an sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai konsep dasar tentang pendidikan islam. Sunnah merupakan pedoman hidup umat islam setelah Al-Qur’an. Semua amalan yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW, baik itu perkataan maupun perbuatan beliau, dapat dijadikan sumber untuk pendidikan islam, karena Allah SWT telah menjadikan beliau sebagai teladan bagi umatnya.
Karena pandangan hidup (teologi) seorang muslim berdasarkan pada al-qur’an dan al-sunnah, maka yang menjadi dasar pendidikan islam adalah al-qur’an dan al-sunnah tersebut. Jelaslah bagi kita semua bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tidak bisa dinafikan sebagai dasar pendidikan islam, yang berfungsi untuk mendesain teori-teori tentang ilmu pendidikan islam.

Anda akan di anggap hadir jika memberikan komentar pada bahan bacaan di atas. Terima kasih.

26 komentar:

octiara fatmasari mengatakan...

Menurut pendapat saya lebih baik penyelenggaraan pendidikan berdasarkan konsepsi islam. Karena dalam islam berpedoman pada Al-Qur’an dan hadist. Al-Qur’an merupakan sumber pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia dengan bahasanya yang lemah lembut sehingga al-Qur’an membawa dimensi baru terhadap pendidikan dan berusaha mengajak para ilmuwan untuk menggali maksud kandungannya agar manusia lebih dekat kepada-Nya. Petunjuk pendidikan dalam al-Qur’an tidak terhimpun dalam kesatuan pragmen tetapi ia diungkapkan dalam berbagai ayat dan surat al-Qur’an, sehingga untuk menjelaskannya perlu melalui tema-tema pembahasan yang relevan dan ayat-ayat yang memberikan informasi-informasi pendidikan yang dimaksud.
Didalam Al-Qur’an dijelaskan bagaimana kita menjalin hubungan Hablumminallah dan Hablumminannas. Sebagaimana kita tahu bahwa di negara kita tidak semuanya beragama islam, tapi di dalam islam juga diajarkan untuk saling toleransi terhadap agama lain dan menjaga kerukunan serta tidak saling menyakiti. Sebenarnya semua pencetus pancasila itu dominan orang islam hanya satu orang beragama nonislam. Kalau kita lihat pada kenyataan sekarang, nilai-nilai luhur yang ada dalam pancasila tidak diterapkan dengan seutuhnya oleh bangsa Indonesia. Di dalam pancasila mempunyai nilai- nilai yaitu nilai ketuhanan (religius), kemanusiaan (manusiawi), persatuan (nasionalis), kerakyatan (demokratis), dan keadilan (adil). Dan dapat kita lihat bahwa nilai-nilai luhur dalam pancasila itu sudah ada di dalam konsep islam.
Pancasila dalam negara tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh kita karena pancasila itu diputuskan oleh keputusan bersama dan secara demokrasi dan dan di ubah-ubah( diamandemen). Tapi kalau kita kaitkan dengan konsep islam, semua kejadian dan peristiwa-peristiwa itu dasarnya dan pedomannya di Al-Qura’n. Dan menurut saya akan lebih baik penyelenggaraan pendidikan itu berdasarkan konsep islam. Contohnya saja sekarang,dalam kita lihat pada kenyataan apabila dalam proses belajar mengajar sudah saat sholat Zuhur, seharusnya proses belajar mengajar diberhentikan sejenak dan dilakukannya sholat berjamaah. Tapi pada saat sekarang kita lihat nilai-nilai seperti sudah sangat jarang lakukan. Padahal dalam sila pertama dalam pancasila sudah dijelaskan tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari itu kita harus meningkatkan konsep islam dalam penyelenggaraan pendidikan.Dan dapat menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Octiara Fatmasari
Nim : 1006103030037

lia safrida mengatakan...

Menurut pendapat saya Landasan filsafat adalah landasan yang paling cocok dan paling penting untuk diterapkan. Landasan filsafat merupakan landasan yang berkaitan dengan makna dan hakekat pendidikan, yang berusaha menelaah masalah pokok; apakah pendidikan itu, mengapa pendidikan diperlukan, apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Filsafat adalah pengetahuan yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan manusia secara kritis. Filsafat disebut juga ilmu pengetahuan yg mencari hakekat dari berbagai fenomena kehidupan manusia. Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan (realitas). Filsafat merupakan refleksi rasional (fikir) atas keseluruhan realitas untuk mencapai hakikat (= kebenaran) dan memperoleh hikmat (= kebijaksanaan). Dan yang ingin saya tanyakan kenapa orientasi pendidikan sekarang lebih mengedepankan uang tapi bukan ilmu, akhlak dan humanitas ? dan itu sudah menjadi target yang universal skarang!

lia safrida mengatakan...

dan bagaimana pendidikan itu yang dikatakan bermakna ?

eka julianti mengatakan...

jika berbicara konsep pendidikan di indonesia maka menurut saya konsepsi pancasila ( falsafah ) yang baik digunakan.
Kita ketahui Indonesia adalah Negara yang falsafah Negara nya pancasila, dan mayoritas penduduk Indonesia beragam islam namun Indonesia bukanlah Negara islam.
Sebenarnya lebih bagus kedua konsep ini kita jalankan , namun satu aja susah untuk dijalani. Tetapi berhubung Indonesia merupakan Negara yang memilki keanekaragaman agama, jadi lebih cocok menggunakan konsepsi pancasila. Pada dasarnya konsepsi pancasila menekankan atau mengarah pada ajaran islam juga. Hanya saja pelaksanaan nya kurang optimal, dan saya rasa jika pancasila sendiri diamalkan dengan sebenar – benarnya dengan tidak langsung mereka juga menjalankan konsepsi islam. Kita lihat saja sila pertama pada pancasila saja “ketuhanan yang maha esa”. Dan saya rasa kesalahan pendidikan di Indonesia bukan karena konsepsi apa yang digunakan, tetapi cara pelaksanaan serta para lembaga yang bersangkutan dilaksanakan tidak optimal.
Sekali lagi ditekankan bahwa pancasila digunakan karena keanekaragaman agama di Indonesia. Pancasila hanya merupakan ideology Negara untuk menjadi satu visi dan tujuan bangsa. Namun bagi islam al-quran dan hadist tetaplah menjadi pedoman hidup kita.

Zulyansyah Ilham mengatakan...

Pendidikan dibutuhkan untuk menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya di masa datang. Upaya pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa memiliki hubungan yang signifikan dengan kemajuan bangsa tersebut di masa mendatang. Dengan demikian, pendidikan merupakan sarana terbaik untuk menciptakan suatu generasi baru pemuda-pemudi yang tidak akan kehilangan ikatan dengan tradisi mereka sendiri tapi juga sekaligus tidak menjadi bodoh secara intelektual atau terbelakang dalam pendidikan mereka atau tidak menyadari adanya perkembangan-perkembangan disetiap cabang pengetahuan manusia.

Tia Ariani mengatakan...

Dari keenam dasar diatas, maka pendapat saya landasan falsafah yang paling penting diterapkan dalam praktek pendidikan di sekolah. Falsafah adalah tujuan hidup, sehingga sebagai suatu landasan atau patokan dalam dunia pendidikan adalah tujuan dari hidup itu sendiri. Kita harus menyadari bahwa tujuan dari hidup ini adalah mencari tahu tentang segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Hal ini disebabkan sifat keingintahuan manusia itu sangat tinggi. Proses mencari tahu akan hal-hal yang baru itu merupakan proses pendidikan. Proses pendidikan ini akan akan memenuhi kebutuhan dari peserta didik itu sendiri. Atas uraian diatas, maka landasan inilah yang paling penting diterapkan pada praktek pendidika di sekolah. Namun, kita sebagai umat islam sudah semestinya berpedoman pada Al-Qur'an dan hadist. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Islam merupakan agama yang sempurna yang didalamnya telah diatur segala permasalahan yang ada pada manusia, termasuk masalah pendidikan.

Dan apakah mungkin suatu saat nanti dasar falsafah suatu negara tidak sesuai dengan konsepsi pendidikan secara islami?
Kalau hal tersebut mungkin, maka apa yang harus kita lakukan?
Tia Ariani (1006103030063)

riska salfianti mengatakan...

Pendididkan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan pendidikan akan meninggikan manusia dan merendahkan manusia yang lain, manusia akan dianggap berharga bila memiliki pendidikan yang berguna bagi sesamanya.
pendidikan merupakan proses pendewasaan seseorang dalam menghadapi suatu masalah kehidupan yang dialaminya dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Jadi, untuk mencapai kehidupan yang lebih baik maka sangat dibutuhkan pendidikan untuk menunjang segala aspek kehidupan.

riska salfianti (1006103030059)

T.Raiyan fadjrul mengatakan...

menurut bpak, landasan apakah yg perlu diterapkan di sekolah dan di pesantren? Apakah sama landasan di dua tempat trsebut ataukah tidak?
Terima kasih untuk jawabannya

T.Raiyan fadjrul
1006103030036

Eva Tri Purnaningsih mengatakan...

assalamu'alaikum ...
saya mau nanya pak , dari setiap landasan yang dipaparkan diatas, bagaimana dalam proses pembelajaran homeshooling, landasan-landasan tersebut diterapkan ??

terima kasih

Eva Tri Purnaningsih
1006103030048

Dewi Nurita mengatakan...

bagai mana menurut bapak Pendidikan dengan Pengajaran?
apakah itu sama?
,, terimakasih..

Dewi Nurita
1006103030020

Purnama Sari. S mengatakan...

Setelah saya membaca bacaan tersebut, menurut saya penyelenggaraan pendidikan yang jauh lebih baik yaitu pendidikan yang berdasarkan konsepsi Islam. Kenapa? karena pada dasarnya Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Islam, menciptakan konsep pancasila yang dilahirkan dari konsep Islam, yang mana kita ketahui sila pertama yang terdapat pada Piagam Jakarta adalah Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluk-Nya.
Dari sila diatas, jelas bahwa sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Nah, bagi pemeluk agama selain Islam, kita mempunyai prinsip lakum dinukumwaliadin, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Biarlah mereka menjalankan sistem pendidikan sesuai dengan syariat mereka sendiri.
Mengapa menurut saya konsep pendidikan pancasila tidak cocok bagi Negara kita? Karena, pada dasarnya konsep pancasila diciptakan oleh manusia sendiri, sehingga ada saja kekurangannya. Bayangkan saja, Undang- Undang telah di amandemen sebanyak 4 kali, namun masih tetap saja belum sesempurna Al-Quran dan Hadist yang menjadi pedoman hidup kita sekarang. Nah mengapa pemimpin kita sekarang menerapkan konsep pendidikan pancasila? Alasannya adalah karena Negara kita merupakan Negara demokratis. Padahal demokrasi tersebut diciptakan oleh orang yahudi. Itulah kesalahan pemimpin kita sekarang.
Begitu pula dengan konsep pendidikan. Konsep pendidikan Islamlah yang lebih baik digunakan di Indonesia khususnya Aceh. Kerena pada hakikatnya, Allah sendiri telah menurunkan Al-Quran sebagai sumber dari segala ilmu. Bahkan hal yang akan terjadi yang belum kita ketahui. Di dalam Islam juga telah diatur bagaimana sistem pendidikan yang sebenarnya. Termasuk bagaimana konsep pendidikan dalam Negara yang tidak sepenuhnya beragama islam.
Dengan menerapkan konsep pendidikan islam, kita tidak hanya dapat berkembang di bidang IPTEK namun juga dapat menyelaraskannya dengan IMTAQ.

Purnama Sari. S (1006103030034)

Winda Meutia mengatakan...

assalamu'alaikum ...
Mengapa menurut saya konsep pendidikan pancasila tidak cocok bagi negara kita? Karena pada dasarnya konsep pancasila dicipatkan oleh manusia sendiri, sehingga ada saja kekurangannya. Bayangkan saja, undang-undang telah di amandemen sebanyak 4 kali, namun masih tetap saja belum sesempurna al-quran dan hadist yang menjadi pedoman hidup kita sekarang. Nah, jadi kenapa pemimmpn kita menerapkan konsep pendidikan pancasila? Alasannya karena negara kita merupakan negara demokratis. Padahal demokrasi tersebut diciptakan oleh orang yahudi. how poor we are..

Begitu pula dengan konsep pendidikan. Konsep pendidikan islami yang lebih baik digunakan di indonesia khususnya aceh. Karena pada hakikatnya allah sendiri telah menurunkan alquran sebagai sumber dari segala ilmu. Didalam islam juga telah diatur bagaimana sistem pendidikan yang sebenarnya.
Dengan menerapkan konsep pendidikan islam, kita tidak hanya dapat berkembang dibidang IPTEK, namun juga dapat menyelarasknnya dengan IMTAQ. Dahulu, kerajaan-kerajaan islam didunia pernah sangat berjaya dan mempunyai tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi dibidang SAINS. kemudian kerajaan tersebut jatuh ilmu diambil oleh orang barat, diolah dan disaring. Zaman sekarang pun begitu banyak budaya-budaya barat yang masuk ke indonesia tanpa dapat kita kontrol.
Dan yang paling mengkhawatirkan adalah perang yang ditujukan bagi kita saat ini. bukan perang fisik, tapi perang pemikran (qzalwul fikri). Mereka mencoba merusak generasi muda islam melalui pemikiran. Contohnya saja menjadikan artis-artis hollywood sebagai idola dan trancentre. Sehingga dengan adanya pendidikan islam, kita dapat membentangi dari dan memilih milih budaya yang mana yang sesuai dengan syariat islam.

Winda Meutia
1006103030078

HIDUP INI INDAH mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Nanda Elfina mengatakan...

Menurut saya, dari ke enam konsep dasar pendidikan, yang cocok untuk diterapkan di Indonesia adalah dasar filsafat, karena falsafah pendidikan di Indonesia adalah pancasila. Di dalam filsafat pancasila terdapat nilai-nilai luhur yang akan menjadi ciri khas suatu bangsa, terutama bangsa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, eksistensi dan ideologi suatu bangsa, prosesnya haruslah melalui pendidikan. Jadi, pendidikan itu sangat penting untuk dapat mencerdaskan dan memajukan bangsa Indonesia. Maka tidak akan ada system pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan. Jadi, jelas bahwa tidak mungkin system pendidikan nasional Pancasila dijiwai dan didasari oleh system pendidikan yang lain, kecuali Filsafat Pendidikan Pancasila.

Nama : Nanda Elfina
Nim : 1006103030058

NandaPhysic mengatakan...

saya ingin bertanya :
menurut bapak sebenarnya landasan pendidikan yang bagaimana yang tepat untuk indonesia?
apakah ada pengaruhnya landasan-landasan tersebut pada pendidikan di indonesia saat sekarang ini ?
sebagaimana yang kita tau begitu menyedihkannya pendidikan di indonesia saat ini.
bahkan sampai ada istilah "orang miskin tidak boleh sekolah"
belum lagi adanya nepotisme dimana-mana, gelar dan ijazah diperjualbelikan.
bagaimana pendapat bapak tentang hal itu ??
terimakasih..

Nanda Marisa
1006103030078

HIDUP INI INDAH mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
may frie pratiwi mengatakan...

dari ke enam konsep dasar pendidikan di atas, menurut bapak konsep mana yang paling berpengaruh di dalam pendidikan ?
dan apabila salah satu konsep tersebut tidak ada, bagaimana pengaruhnya terhadap pendidikan ?

nama : May Frie Pratiwi
nim : 1006103030005

yeninda sartika mengatakan...

Menurut saya landasan yang paling penting untuk diterapkan dalam pendidikan adalah Landasan falsafah.
Karena, Salah satu tujuan nasional ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Cerdas dalam arti luas, bukan hanya intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang didasari oleh Pancasila. Sebagai ideologi nasional, Pancasila merupakan kekuatan pemersatu dalam pembangunan karakter bangsa yang salah satunya ialah semangat kebangsaan atau semangat persatuan yang multikultur dalam Bhineka Tunggal Ika.


yeninda sartika (1006103030052)

Suci R Tari mengatakan...

Ass.
Setelah membaca ulasan di atas, saya ingin bertanya :
Seperti yang telah kita ketahui, pendidikan di Indonesia saat ini berlandaskan Pancasila bukan berlandaskan pada konsep pendidikan Islam walaupun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam (bahkan Indonesia disebut-sebut sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia). Dilihat dari segi tersebut seharusnya tidak menutup kemungkinan pendidikan di Indonesia berlandaskan Islam. Nah, pertanyaannya menurut Bapak apakah kendala yang menghambat penerapan pendidikan berlandaskan Islam di Indonesia?
Lalu bagaimana perbandingan antara pendidikan berkonsep Pancasila dan pendidikan berkonsep Islam? Manakah yang lebih cocok diterapkan di Indonesia?
Mohon jawabannya,pak...
Terima kasih

Wslm
Suci Rizkina Tari
(1006103030040)

Agus Saftia mengatakan...

Assalamu’alaikum..
Dari sekian banyak konsep yang terpaparkan diatas, saya sangat tertarik dengan penerapan pendidikan islam. Menurut saya, penyelenggaraan pendidikan di indonesia lebih baik jika dilaksanakan berdasarkan pendidikan islam. Tujuan dari pendidikan islam ini adalah untuk membentuk pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah, menjadikan al-quran dan sunnah sebagai pedoman hidup. Melihat dunia pendidikan yang sekarang ini, banyak orang hanya terpaku pada dunia saja, padahal jika kita belajar dengan sistem pendidikan islam, saya sangat yakin hal ini bisa mengubah dunia pendidikan di indonesia menjadi lebih baik dan menghasilkan lulusan-luusan yang bermutu serta bermanfaat bagi orang lain dalam hal konteks islam, serta dapat membentuk potensi-potensi peserta didik dalam jalan yang islami demi menggapai kesuksesan di dunia dan juga di akhirat. Selain itu, pendidikan islam juga bisa menyadarkan peranan dan tanggung jawab manusia di muka bumi ini dan pendidikan Islam memiliki fungsi penting dalamkontribusi mengembangkan pembangunan karakter dan nilai-nilai moral untuk kegiatan manusia dan negara-negara berkembang.
Satu hal yang sangat disayangkan, pendidikan islam di Indonesia belum berjalan dengan maksimal, sehingga kita lihat sendiri bagaimana diindonesia yang sangat krisis dalam dunia pendidikan ini. menurut Bapak, mengapa di Indonesia pendidikan islam itu tidak berjalan? dan menurut Bapak sendiri Pendidikan yang bagaimanakah yang paling baik untuk diterapkan di Indonesia?
Sekian..
wssalm
Agus Saftia
(1006103030070)

ida ratna nila mengatakan...

assalamu'alaikum pak,
Pak sya pernah mndgar klo d negara maju, pendidikan y mrka terapkn itu mrpakan pmbelajaran y brdasarkn pndekatan scra kontekstual,
Y ingin sya tnyakan, bagaimana y d ktakn pmbelajarn bedasrkan kontekstual, dan apabila d trapkan d negara kita, apa akn mngubah kurikulum dan tatanan yg sudah ada...?
Terima ksih sblum-a..

IDA RATNA NILA
(1006103030083)

iza ismizar mengatakan...

Assalamualaikum.wr.wb.
mnurut saya pendidikan adalah proses pemberian pengetahuan, pemahaman,tanggung jawab, dan penanaman amanah, sehingga penyucian atau pembersihan manusia dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya.pendidikan menyangkut aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidup serta pedoman prilaku yang baik dalam hidup.pendidikan merupakan proses yang terus menerus diusahakan semenjak kita dilahirkan, sebab kita dilahirkan tidak mengetahui apa-apa, tetapi kita dibekali dengan berbagai potensi yang mempersiapkannya untuk meraih dan memahami ilmu pengetahuan serta memanfaatkanya dalam kehidupan.
menurut saya konsep pendidikan yang baik yaitu penyelenggaraan pendidikan brdasarkan konsep islam (Alquran dan alsunnah). karena Konsep filosofis pendidikan Islam adalah bersumber dari hablum minAllah (hubungan dengan Allah) dan hablum minan-nas (hubungan dengan sesama manusia) dan hablumminal-alam (hubungan manusia dengan alam sekitas) yang selanjutnya berkembang ke berbagai teori yang ada seperti sekarang ini.Inprirasi dasar yaitu berasal dari al-Quran.
iza ismizar (1006103030023)

iza ismizar mengatakan...

Pendidikan menurut KBBI diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh
secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai
dengan pendidikan yang telah
diperolehnya.
Dan menurut saya pendidikan yang Islami (berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadist) sangat cocok apabila diterapkan di daerah kita (ACEH) karena berhubung daerah kita merupakan daerah serambi mekkah, jadi tidak ada salahnya kita menerapkan syari'at Islam secara kaffah, termasuk dalam pendidikan.

AGUSTINA (1006103030094)

Nisa physic mengatakan...

assalamu'alaikum....
setelah saya membaca blog bapak tentang pendidikan. saya lebih setuju pendidikan di indonesia ini dikonsepkan dan diterapkan pendidikan yang berbasis islam.
dimana kita ketahui sendiri bahwa di indonesia ini mayoritas penduduknya adalah yang beragama islam. jadi alagkah indahnya jika kita terapkan pendidikan yang berkonsep islam. karena kita berpedoman pada alqur'an dan hadist.yang sudah jelas kebenarannya. tapi yang sekarang kita lihat dan kita pelajarai bukan pendidikan berdasarkan konsep islam. tapi berdasarkan hukum negara yang telah diterapkan. inilah komentar saya.^_^


KHAIRUNNISAK
1006103030024

nori arjuliadi mengatakan...

assalamualaikum. . .
Pendidikan salah satu sarana menuntut ilmu, baik dunia dan akhirat, apabila kita berpedoman dengan apa yang di ajarkan Rasulullah SAW dan sesuai dengan Landasan filsafat sesuai dengan yang bapak sebutkan diatas .
Menurut Bapak, bagaimana kita bisa menerapkan Landasan filsafat ini, khususnya dikalagan pelajar ?
Terima kasih
Nori arjuliadi
(1006103030022)

Gidang Belajar Fisika mengatakan...

menurut saya, Landasan hukum pendidikan yang berlaku di Indonesia tidak sepenuhnya di patuhi oleh lembaga pendidikan karena selain harus mematuhi hukum negara (UUD 1945) lembaga pendidikan juga memiliki hukum sendiri yang tidak tertulis tetapi wajib dijalankan oleh siapapun yang berada di ruang lingkup lembaga pendidikan tersebut.
Kata landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak.Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. Aturan baku yang sudah disahkan oleh pemerintah ini, bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku pula. Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan–kegiatan tertentu, dalam hal ini kegiatan pendidikan.
Pendidikan menurut Undang-Undang 1945:
Undang–Undang Dasar 1945 adalah merupakan hukum tertinggi di Indonesia. Pasal–pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang–Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal, yaitu pasal 31 dan Pasal 32. Yang satu menceritakan tentang pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. Pasal 31 Ayat 1 berbunyi : Tiap–tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Dan ayat 2 pasal ini berbunyi: Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajar Pasal 32 pada Undang–Undang Dasar berbunyi: Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.an nasional, yang diatur dengan Undang–Undang.
Semua orang berhak menjadi tenaga kependidikan adalah setiap anggota masyarakat yang mengabdikan dirinya dalam penyelenggaraan pendidikan. Yang dikatakan tenaga kependidikan mencakup tenaga pendidik, pengelola/kepala lembaga pendidikan, penilik/pengawas, peneliti, dan pengembang pendidikan, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.
Contoh yang sering kita lihat ataupun sering kali kita melakukannya antara lain, peraturan yang ditetapkan oleh sekolah seperti masuk tepat waktu yang mana dalam undang-undang negara tidak dicantumkan sedemikian rupa tetapi peraturan tersebut dibuat oleh lembaga untuk mendisiplinkan peserta didik dilembaga tersebut.

Gidang
1006103030032

Poskan Komentar

 
Unsyiah - IAIN - Kompas