Kamis, 11 Oktober 2012

Fisika Dasar/ Besaran & Satuan (Kelas 1A, 1B & 1C/ Rabu, 10-10-2012)


FISIKA DASAR
BESARAN DAN SATUAN
Pertemuan ke 2
Rabu, 10 Oktober 2012
Ruang 1A, 1B, dan 1C
Siraj, S.Pd., M.Pd
 


Hasil pengukuran selalu mengandung dua hal, yakni:
  1. Kuantitas atau nilai
  2. Satuan.
Sesuatu yang memiliki kuantitas dan satuan tersebut dinamakan besaran. Berbagai besaran yang kuantitasnya dapat diukur, baik secara langsung maupun tak langsung, disebut besaran fisis, misalnya panjang dan waktu. Tetapi banyak juga besaran-besaran yang dikategorikan non-fisis, karena kuantitasnya belum dapat diukur, misalnya cinta, bau, dan rasa.

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur yang memiliki nilai dan satuan. Besaran ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena suatu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkanlah satuannya untuk tiap besaran. Contoh : Besaran panjang satuannya meter. Besaran waktu satuannya detik atau sekon, dan seterusnya. Satuan adalah sesuatu atau ukuran yang digunakan untuk menyatakan suatu besaran. Dalam Fisika dikenal dua jenis besaran, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Ada dua jenis satuan yang masih digunakan, yaitu:
1) Sistem metrik
2) Sistem Inggris (imperial sistem)

Sistem metrik dikenal sebagai: meter, kilogram, dan sekon (disingkat MKS), sistem Inggris dikenal sebagai: foot, pound dan second (disingkat FPS). Dalam Sistem Internasional dikenal dua besaran yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Didalam System Internasional terdapat 7(tujuh) besaran pokok
 
Besaran pokok lainnya yang merupakan besaran pokok tambahan dan tidak memiliki dimensi ada 2 (dua), yaitu Besaran sudut datar dengan satuan Radian dan Besaran Sudut Ruang dengan satuan Steradian.

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besarn pokok.  Contoh : Besaran Pokok Panjang mempunyai turunan Luas dan Volume. 


Macam Alat Ukur
Alat Ukur Panjang dan Ketelitiannya 

Mistar
Alat ukur panjang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mistar. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0,5 mm (0,05 cm).

Jangka Sorong
Dalam praktiknya, mengukur panjang kadang-kadang memerlukan alat ukur yang mampu membaca hasil ukur sampai ketelitian 0,1 mm (0,01 cm), untuk pengukuran semacam ini kita bisa menggunakan jangka sorong.

Mikrometer Sekrup
Alat ukur panjang yang paling teliti adalah mikrometer sekrup yang memiliki ketelitian 0,001 mm, biasanya digunakan oleh para teknisi mesin, terutama pada saat penggantian komponen mesin yang mengalami keausan.


Alat Ukur Massa
Dalam kehidupan sehari-hari, massa sering diartikan sebagai berat, tetapi dalam tinjauan fisika kedua besaran tersebut berbeda. Massa tidak dipengaruhi gravitasi, sedangkan berat dipengaruhi oleh gravitasi. Seorang astronot ketika berada diBulan beratnya berkurang, karena gravitasi Bulan lebih kecil dibanding gravitasi Bumi, tetapi massanya tetap sama dengan di Bumi. Bila satuan SI untuk massa adalah kilogram (kg), satuan SI untuk berat adalah newton (N). Massa diukur dengan neraca lengan, berat diukur dengan neraca pegas,
Selain kilogram (kg), massa benda juga dinyatakan dalam satuan-satuan lain, misalnya: gram (g), miligram (mg), dan ons untuk massa-massa yang kecil; ton (t) dan kuintal (kw) untuk massa yang besar.
1 ton = 10 kuintal = 1.000 kg
1 kg = 1.000 g = 10 ons


Alat Ukur Waktu
Waktu adalah selang antara dua kejadian/peristiwa. Misalnya, waktu siang adalah sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam, waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga meninggal. Untuk peristiwa-peristiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya: menit, jam, hari, bulan, tahun, abad dan lain-lain. Sedangkan, untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali bisa digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (􀁐s). Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur waktu, misalnya stopwatch dan jam tangan


Konsep Pendidikan Lanjutan (Part 3 R.A & R.D Biologi/11-10-12)


LANDASAN PENDIDIKAN
Konsep Pendidikan Lanjutan

(Dasar-dasar Pendidikan) 
Pertemuan ke 3 Kelas R.B dan R.D
Prodi Biologi
Kamis, 11-10-2012
- Dr. Djailani, M.Pd 
- Siraj, S.Pd., M.Pd



Dalam perspektif teoritik, pendidikan seringkali diartikan dan dimaknai orang secara beragam,  bergantung pada sudut pandang masing-masing dan teori yang dipegangnya. Terjadinya perbedaan penafsiran pendidikan dalam konteks akademik merupakan sesuatu yang lumrah, bahkan dapat semakin memperkaya khazanah berfikir manusia dan bermanfaat untuk pengembangan teori itu sendiri. Tetapi untuk kepentingan kebijakan nasional, seyogyanya pendidikan dapat dirumuskan secara jelas dan mudah  dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan pendidikan, sehingga setiap orang dapat mengimplementasikan secara tepat dan benar dalam setiap praktik pendidikan.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Sisdiknas, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya. Tujuan pendidikan adalah suatu faktor yang amat sangat penting di dalam pendidikan, karena tujuan merupakan arah yang hendak dicapai atau yang hendak di tuju oleh pendidikan. Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab“.
Sesuai dengan pasal 13, ayat 1 UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 bahwa .Jalur Pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Basari dkk (2010:4) mengemukakan bahwa, “Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf denganya; termasuk ke dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus”. Jenjang pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
 Pendidikan dasar berbentuk: Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat; 
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas:
1.       Pendidikan menengah umum, dan
2.     Pendidikan menengah kejuruan.
3.     Pendidikan menengah berbentuk:
    1. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs),
    2. Sekolah Menengah Atas (SMA),
    3. Madrasah Aliyah (MA),
    4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan
    5. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. 
     Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk:
a.      Akademi,
b.     Politeknik,
c.      Sekolah tinggi,
d.      Institut, atau
e.      Universitas.
Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Program kegiatan yang berlangsung didalamnya adalah suatu program kegiatan yang berbasis pada program pengentasan kemiskinan khususnya bergerak pada bidang pendidikan, seperti ; pendidikan usia dini, kejar paket, kursus, belajar usaha, kewirausahaan, pemuda produktif, kecakapan hidup (fileskill), produk usaha masyarakat, kemitraan, ketrampilan masyarakat yang berorientasi pada kegiatan pengembangan masyarakat dengan tujuan meningkatkan mutu kualitas hidup.
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Seperti : agama budi pekerti etika sopan santun moral.
Pendidikan Sebagai Sistem adalah suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dan komponen-komponen yang salin berinteraksi atau interdependensi dalam mencapai tujuan. Suatu system mengandung hal-hal sebagai berikut :
  1. Adanya suatu kesatuan organis
  2. Adanya komponen yang membentuk kesatuan organis
  3. Adanya hubungan keterkaitan antara komponen satu dengan yang lain
  4. Adanya gerak dan dinamika
  5. Adanya tujuan yang ingin dicapai
Sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis, kontekstual dan untuk itu suatu system pendidikan haruslah terbuka terhadap tuntutan kualitas dan relevansi.

Senin, 08 Oktober 2012

Penelitian Pend. Fisika Part 2 (FKIP Fisika USM/Senin, 8-10-12)

 
Penelitian Pendidikan Fisika
Konsep Dasar Metodologi Penelitian
Pertemuan ke 2 (dua)
Ruang D 3.4 (Senin, 8-10-2012)
- Drs. Evendi, M.Pd
- Siraj, S.Pd., M.Pd




Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menguji hipotesis. Penelitian biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang perduli terhadap permasalahan ilmiah, seperti mahasiswa, guru, dosen, atau anggota lembaga penelitian.  Penelitian mencakup berbagai macam bidang. Ada penelitian bidang ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, penelitian bahasa, penelitian kebijakan, juga penelitian pendidikan.

Penelitian pendidikan merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan dalam dunia pendidikan. Pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti membutuhkan suatu metode agar penelitian berjalan sesuai dengan tujuannya. Dengan menggunakan metode penelitian, diharapkan hasil penelitian menjadi lebih akurat. Metode yang digunakan dalam penelitian berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam penelitian pendidikan tentu saja berbeda dengan metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, maupun R & D (Research and Development).

Metodologi penelitian memiliki beberapa pengertian sebagai berikut:

  1. Metodologi penelitian adalah ilmu tentang metode teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data guna memperoleh pengetahuan dengan prosedur yang terpercaya.   
  2. Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. 
  3. Metodologi penelitian yaitu rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, serta pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi.
Suatu metodologi memiliki rancangan penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, dan sumber data. Rancangan penelitian digunakan agar penelitian dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat sehingga jawaban atas permasalahan penelitian menjadi akurat (tepat).

Kenapa penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah? berikan pendapat anda.
 
Anda akan di anggap hadir jika memberikan komentar pada bahan bacaan di atas. Tinggalkan komentar anda pada Blog ini atau ke Facebook Siraj raj lengkap dengan identitas anda (Nama & Nim) Terima Kasih.

 
Unsyiah - IAIN - Kompas